"Selamat datang di blog ufo-spiritual.blogspot.com"

Semoga bisa memberikan INSPIRASI kepada Anda

Gambar Senjata Trisula Weda, Ratu Adil + 939

Gambar Senjata Trisula Weda, Ratu Adil + 939
Gambar hasil dari Apresiasi "Bait Terakhir Ramalan Jayabaya"

Halaman Khusus untuk Ramalan Jayabaya.

Khusus untuk Artikel-artikel Ramalan Jayabaya, bembahasan lebih luas "Senjata Trisula Weda", untuk Artikel-artikel lhusus ini yaitu Senjata Trisula Weda yang ke-4 dan seterusnya Silahkan Anda Kunjungi di Blog Khusus : http://trisulaweda939.blogspot.com/

Ilmu Trawangan.

Ilmu trawangan

Ilmu Trawangan merupakan ilmu dari zaman kuno dan merupakan ilmu siningit yaitu ilmu rahasia, seiring dengan perubahan zaman maka ilmu Trawangan ini banyak diajarkan terutama perguruan Ilmu tenaga dalam, pada tingkatan tertentu siswa boleh belajar Ilmu Trawangan, akan tetapi Ilmu Trawangan tidak sembarang orang bisa mepelajari dan mempunyai Ilmu trawangan ini karena harus mempunyai Bakat dan kemauan yang kuat juga harus punya kesabaran yang tinggi, karena ilmu ini yang akan dipelajari adalah hal-hal gaib yaitu mengenai alam gaib ciptaan Tuhan yang yang sangat rahasia berada pada dimensi lain yaitu Alam gaib.

Ilmu ini ada yang menggolongkan Ilmu Metafisika karena melihat dengan mata bathin atau melihat hal yang tidak dapat dilihat dengan mata fisik hanya bisa dilihat dengan indra ke-enam atau mata ke tiga yang berada didalam otak, sedang arti dari Trawangan adalah ke-Transparanan. Trawangan berasal dari bahasa Jawa Trawang yang arti bahasa Indonesia adalah Transparan, jika titambah akhiran-an artinya menjadi Ketransparanan. Disebut Ilmu Trawangan karena Ilmu ini sifatnya melihat alam ghaib dibalik Tabir gaib pemisah alam gaib dengan alam nyata, karena di alam gaib dimensi lain disana juga merupakan alam nyata bagi makhluk penghuni dimensi lain itu.

Untuk mempelajari ilmu ini sekarang digolongkan menjadi dua macam golongan yaitu cara zaman kuno dan cara zaman sekarang, untuk cara kuno diperlukan puasa tirakat yang sangat berat menurut ukuran orang zaman sekarang, untuk mendapatkan ilmu ini dengan cara zaman sekarang cukup banyak bervariasi, tiap perguruan punya tatacara sendiri, karena tiap perguruan mengembangkan untuk menyesuaikan zaman sekarang ini menemukannya tidak akan sama, maka caranya berbeda beda.

Dengan cara kuno yaitu cara Kejawen diantaranya adalah :
  1. Puasa biasa selama 40 hari (empat puluh hari) yaitu makan hanya sekali pada jam dua belas malam.
  2. Puasa mutih selama 40 hari (empat puluh hari)
  3. Puasa ngerowot selama 40 hari (empat puluh hari) yaitu selama empat puluh hari empat puluh malam hanya makan ubi rebus.
  4. Kungkum didalam sungai selama 7 malam (tujuh malam) berturut-turut. Kungkum ini menurut para ahli yang berkecimpung di dalam ilmu gaib dan tenaga dalam untuk membangkitkan pusat energi yang berada dibawah pusar, jika energi ini bangkit maka belajar ilmu Trawangan bisa lebih cepat. Zaman sekarang untuk membangkitkan energi ini dengan bantuan seorang guru tenaga dalam yang sudah sempurna bisa dibangkitkan.
  5. Puasa pati geni selama 7 hari 7 malam (tujuh hari tujuh malam), yaitu tidak boleh melihat cahaya dan api berada dalam ruangan gelap dan harus berpuasa tidak makan tidak minum dan tidak boleh tidur selama melakukan Pati geni.
Membaca mantra yaitu mantra Suket Kalanjana mantranya :

Bismillaahhirohmaanirrohim
Niat ingsun metak ajiku suket kalanjana
Aji pengawasan soko sang Hyang Pramana
Byar padang terawangan pengawasan ingsun
Sakabehing sifat katon saking karsaning alloh.

Selama melakukan puasa mantera ini dibaca juga melakukan meditasi dan cara menggunakan mantra dibaca pada telapak tangan kemudian telapak tangan diusapkan ke mata selanjunya melihat alam gaib dengan mata tetap terpejam.

Dengan cara Zaman sekarang :
  1. Belajar menenangkan pikiran.
  2. Belajar konsentrasi.
  3. Belajar Pernapasan
  4. Belajar memusatkan pandangan mata dengan mata terbuka dan terpejam.
Dengan cara ini harus rutin satu minggu bisa libur dua kali, jika tidak teratur dan tidak rutin ya akan lama baru bisa lebih satu tahun baru bisa. Tandanya bila anda melihat titik cahaya berada di depan pusat pandangan mata, titik cahaya ini jika dilatih setiap hari akan membesar dan semakin terang. Di titik inilah nantinya gambar bisa anda lihat, bahkan bisa sangat jelas dan begitu berkesan.

Pada praktek setiap orang bisa saja apa yang di lihat ditempat tertentu itu tidak sama, atau peristiwa yang jauh dapat dilihat juga bisa tidak sama. Tingkatan ilmu sangat berpengaruh keakuratan dalam hal melihat dengan menggunakan mata batin yang terletak di kening.

Dari pengalaman  bisa persis sama walau beberapa orang, misalnya ditempat itu ada makhluk apa saja yang datang dari mana arahnya, berapa jumlahnya dan apa yang dikerjakan. Hal ini jika masing masing orang sudah mumpuni bisa menceritakan hal yang sama walau dengan cara ditulis kemudian dengan tulisan itu benar-benar nyata kebenarannya apa yang dilihat.

 Dari mata yang berevolusi

Menurut beberapa pakar dulunya manusia itu mempunyai tiga mata, yaitu mata kita sekarang ini dan ditambah satu mata yang terletak diatas kepala, mata ini dulunya merupakan sensor mata bisa melihat ke segala arah. Sekarang ini mata itu terletak ditengah tengah kepala dan jika ditarik garis lurus tepat ditengah alis kiri dan kanan (titik Ajna). Mata ini sekarang sudah banyak yang melatih dan memanfaatkan contoh, di siaran TV sudah ada orang yang bisa melukis dengan warna apa yang didinginkan tanpa menggunakan kedua mata, dengan mata tertutup kain hitam rangkap masih bisa melihat dengan jelas.

Ada beberapa komunitas yang mengembangkan mata ketiga ini yang setiap kali pertemuan bisanya diadakan lomba menggambar dengan cara mata tertutup rapat, dan diadakan penilaian oleh juri. Disisnilah keunikan mereka bisa menggunakan indera yang ke enam atau mata ketiga bisa berprestasi.

Ada juga pengembang yang spesialis di pergunakan oleh orang buta supaya bisa melihat layaknya seperti orang normal, diantaranya berjalan tanpa bantuan orang atau tongkat, Orang - orang yang dilatih dengan cara khusus ini bisa menggunakan komputer dan bisa membaca huruf - huruf yang berada di layar komputer. Bisa melakukan apa yang di lakukan oleh orang normal tanpa kesulitan.

Ref :
  1. Ilmu Trwangan dan kesaktian oleh Kiwongso Panji Indrajit, penerbit Bintang Timur - Surabaya.
  2. Ilmu Trawangan dan Ilmu Kadikdayan oleh Gatot Margono, penerbit Pustaka Jaya - Surabaya.
  3. Ilmu Trawangan dan Meragasukma oleh Gatot M Sahit Anwar dan Us. Labib MZ Penerbit Bintang Usaha Jaya - Surabaya.
  4. Ilmu Trawangan dan Melihat Alam Ghaib Gatot Margono SA, Penerbit Mekar - Surabaya.