"Selamat datang di blog ufo-spiritual.blogspot.com"

Semoga bisa memberikan INSPIRASI kepada Anda

Gambar Senjata Trisula Weda, Ratu Adil + 939

Gambar Senjata Trisula Weda, Ratu Adil + 939
Gambar hasil dari Apresiasi "Bait Terakhir Ramalan Jayabaya"

Halaman Khusus untuk Ramalan Jayabaya.

Khusus untuk Artikel-artikel Ramalan Jayabaya, bembahasan lebih luas "Senjata Trisula Weda", untuk Artikel-artikel lhusus ini yaitu Senjata Trisula Weda yang ke-4 dan seterusnya Silahkan Anda Kunjungi di Blog Khusus : http://trisulaweda939.blogspot.com/

Minggu, 18 November 2012

Candi Tetek Pasuruan (1)

Candi Tetek Pasuruan (1)

Candi tetek terletak di kota Pasuruan, perjalan jika naik kendaraan umum naik angkutan jurusan Surabaya malang turun di Apollo (mini market) kemudian menyebrang dan berjalan kearah barat, disini anda akan berjalan di dalam perkampungngan sebelah barat perkampungan iti ada jalan menuju kearah selatan yaitu ke areal persawahan, diareal persawahan belok ke arah timur setela beberapa lama berjalan ke arah selatan menuju candi tetek disini masih areal persawahan anda akan melihat sawah terasiring yang rapi dan pemandangan khas pegunungan. Selanjutnya anda akan berjalan di hutan dengan jalan makin lama makin menanjak dan tanjakannya semakin tajam. Jalan ini bisa ditempuh dengan jalan kaki atau sepeda motor, jalam makadam yaitu bebatuan yang ditatarapi untuk jalan. Jarak tempuh sampai ke candi tetek lebih kurang 5 Km bisa jalan kaki atau dengan motor.

Nama candi tetek ini bukan nama asli candi itu oleh masyarakat diberi nama candi tetek karena dari tetek  patung keluar air mancur dari sumber mata air asli. Candi ini sebenarnya mempunyai tiga patung yang kini tinggal hanya dua patung, Dewi Sri dan Dewi Laksmi. Posisi patung sebenarnya ditengah jarak antara patung Dewi Sri dengan Dewi Laksmi patung ada bekas tempatnya Patung Raja Airlangga agak tinggi dari kedua patung yang ada disebelah kiri dan kanan patung.

Candi Tetek merupakan peninggalan Raja Air langga dan candi ini termasuk areal Kaputren yaitu tempat istri-istri raja atau selir-selir raja. Menurut cerita rumah raja terletak disekitar tempat itu dan pusat pemerintahannya diareal sekarang yang menjadi perkampungan petilasannya menurut juru kunci masih ada.

Patung Dewi Laksmi dan Patung Dewi Sri keduanya berlengan empat dan sebenarnya semua tangannya memancarkan air dan juga dari kedua teteknya keluar pancaran air, tapi kini tinggal Dewi Sri yang masih memancarkan air jernih, airnya bisa diminum langsung karena termasuk air bersih dari sumber asli. Menurut masyarakat setempat air yang memancar dari tetek sebelah kiri Dewi Sri merupakan obat penyembuh penyakit.

Ceritanya banyak orang yang datang ke tempat ini untuk yang terbanyak adalah untuk mandi memperbaiki auranya dan yang kedua mengambil air dari pancaran tetek Dewi Sri untuk pengobatan. Dewi Laksmi dilambangkan sebagai Dewi perlindungan dan cinta kasih, sedangkan Dewi Sri dilambangkan dengan makmur sandang pangan. Yang datang banyak yang dari orang berprofesi bisnis dan juga orang yang berurusan dengan cinta.

Diareal candi ada lambang lingga yoni yaitu alat kelamin laki-laki dan alat kelamin perempuan. Alat kelamin laki-laki berupa batu yang menjulang keatas dan terbuat dari batu ukurannya kurang lebih berdiameter 30 Cm dan tinggi sekitar 70 Cm. Untuk kelamin perempuan terbuat dari batu ukir berupa relif yang pada bibirnya dihiasi relief 4 buta dan ditengahnya ada lambang bulan ada lubangnya kecil, ukuran tebalnya kurang lebih 40 Cm, tinggi sekitar 90 Cm, lebar sekitar 80 Cm. Lambang kelamin perempuann ini ceritanya waktu jaman belanda pernah akan dibawah ke negri Belanda tapi tidak bisa dibawah karena terjadi hal yang tidak masuk akal. Batu dibawah ke pelabuhan dan keesok harinya hilang tidak ada di tempat penyimpanan, setelah ditelusuri Batu itu kembali ketempatnya semula di candi tetek, kejadian ini berulang berkali-kali dan tetap tidak bisa dibawah ke negri Belanda yang bisa dibawah ke Negri Belanda hanya patung Raja Airlangga.

Karena berkali-kali batu perempuan itu kembali ketempatnya maka orang Belanda menjadi jengkel karena tidak bisa dibawah ke Negri belanda, maka untuk melampiaskan kejengkelannya Batu Perempuan itu di meriam dan batu menjadi patah menjadi tiga bagian dan ukuran 4 buta V-bibir perempuan jadi rusak relifnya tidak jelas, sedang yang lainnya tidak apa-apa. Tiga potongan Batu perempuan itu dirakit kembali oleh bagian purbakala dan menjadi bentuknya kembali tapi kelihatan bekas patahan dan kerusakan. Candi ini pernah direstorasi oleh purbakala untuk mengembalikan ke bentuk semula, tapi banyak yang rusak dan yang hilang, menurut rakyat setempat yang mengambil pada jaman dulu itu Orang Belanda.

Dasar falsafah pembuatan candi tetek ini sama dengan Candi dan Goa gajah di Gianyar Bali, jalur dari kota Ubud ke Gianyar tempat Goa gajah ini. Goanya berbentuk alat kelamin, anatomi alat kelamin perempuan. Goa gajah ini Goa buatan, jika kita masuk kedalam goa langkah pertama adalah bentuknya persis bagian dalam perempuan tempat senggama, bagian berikutnya adalah kandungan tempat bayi dikiri dan kana nada tempat meditasi, masuk berikutnya tempat ovum atau produksi telur. Belok sebelah kanan ada lambang tiga batu laki-laki yamg ditempatkan di ujung gua. Jika belok sebelah kiri ada patung Ghanesa dan disitu diletakkan air suci . Di depan goa agak kesebelah kanan juga ada patung-patung yang meancarkan air dari tetek , demikian sekilas pesamaan dengan candi tetek.

Tempat ini terletak di lereng Gunung Penangungan dan tempatnya sepi rumah masih jarang, disini tempat yang sunyi bisa untuk istirahat, anda tidak akan mendengar suara-suara bising termasuk juga tidak akan mendengar suara corong yang memekakkan telinga. Bagi yang memerlukan tempat sunyi merenungkan hidup atau merenungkan sesuatu disini tempat yang baik, bagi yang suka meditasi juga merupakan tempat yang baik, aura yang ada disekitar sini masih murni tidak tercemar oleh aura yang jelek.

Untuk candi tetek bagian ini sampai disini, dan berjumpa lagi dengan bagian yang kredua tentang hal pengalaman penulis yang melihat ritualnya makhluk halus di candi ini, ritual makhluk halus ini pada jam 2 pagi.

Bersambung+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya sangat Gembira dan ber-terimakasih atas Perhatian Anda,kritik dan saran Anda...Kami perlukan demi kemajuan Kita bersama dan Terimakasih.