"Selamat datang di blog ufo-spiritual.blogspot.com"

Semoga bisa memberikan INSPIRASI kepada Anda

Gambar Senjata Trisula Weda, Ratu Adil + 939

Gambar Senjata Trisula Weda, Ratu Adil + 939
Gambar hasil dari Apresiasi "Bait Terakhir Ramalan Jayabaya"

Halaman Khusus untuk Ramalan Jayabaya.

Khusus untuk Artikel-artikel Ramalan Jayabaya, bembahasan lebih luas "Senjata Trisula Weda", untuk Artikel-artikel lhusus ini yaitu Senjata Trisula Weda yang ke-4 dan seterusnya Silahkan Anda Kunjungi di Blog Khusus : http://trisulaweda939.blogspot.com/

Rabu, 16 Februari 2011

Pertapa di Pulau jawa.

Pertapa di Pulau Jawa

Kali ini kita membahas mengenai Pertapa, Tapa sebenarnya banyak macamnya akan tetapi disini akan kita bahas mengenai pertapa yang duduk bersila sampai berbulan-bulan dan bahkan sampai bertahun-tahun tanpa makan dan minum juga tidak bergerak sama sekali. Apakah orang itu mati? Orang itu hidup tetap mengalami pertumbuhan seperti rambut, kuku dan juga usia tetap sesuai dengan perkembangan usia orang itu, meskipun Bertapa sampai dua atau tiga tahun bahkan ada yang lebih sepuluh tahun.

Pada zaman dahulu di tanah Jawa masih banyak yang bertapa jenis ini, yaitu pada zaman Hindu dan Budha, dari kedua sumber Agama itulah kemudian berkembang menjadi bertapa yang banyak kita dengar dan kita kenal kebiasaan orang-orang jaman dulu. Yoga ( keseimbangan ) dan Meditasi dikenal oleh orang India dan kedua agama itu. Disinilah bermula dari ajaran Yoga dan Meditasi, dikenal pula Bertapa.

Sekarang ini masih banyak pula orang yang melakukan bertapa di pertapan, tapi tidak seperti jaman Hindu dan Jaman Budha, pada masa itu kekuatan fisik dan batin Manusia lebih kuat dari jaman sekarang. Yang mempunyai kekuatan seperti orang-orang Jaman Hindu dan jaman Budha sekarang ini sangat jarang sekali. Tempat bertapa di atas gunung di gua dan tempat khusus lainnya.

Secara logika memang tidak mungkin, tapi dengan latihan bertahap dan tatacara untuk persiapan bertapa yang termasuk latihan ini ialah Konsentrasi dan Pernafasan, adalah saya rasa mungkin, untuk anda terserah anda, kalau langsung tidak dapat dilakukan dan kalau memaksakan diri akan masuk rumah sakit, bisa juga meninggal dunia.

Dalam persiapan ini termasuk belajar bekal-bekal ilmu untuk melindungi Diri dari binatang dan gangguan lainnya termasuk gangguan dari semut dan serangga lainnya. Mantra-mantra dipelajari oleh Pertapa dari Guru Pembimbing dan melakukan puasa cara Puasa Orang Jawa secara bertahap dibimbing oleh Guru Pertapa, belajar Meditasi dan melakukan, Meditasi secara rutin, disiplin dan masih banyak lagi persiapan lainnya. Dalam waktu persiapan Bertapa ini membutuhkan waktu setahun lebih, bisa dua tahun dan tiga tahunan.

♣ Cara membangunkan Pertapa.

Sekarang bagaimanakah cara membangunkan orang bertapa supaya dapat bangun dan sadar kembali? Orang-orang yang melakukan bertapa meninggalkan pesan kepada keluarganya jika akan bertapa dan ditunjukkan tempatnya dan berpesan cara membangunkan jika sudah sampai waktu yang ditentukan.

Disini sebenarnya ada dua versi, ada yang mengatakan jika bertapanya belum diterima maka tidak akan sadar kembali ( sadar sendiri ), bahkan katanya bisa juga berubah jadi patung batu, bahkan juga menyatakan bisa beruba menjadi binatang jika kena kutukan Tuhan.

Kita membahas versi yang meninggalkan pesan kepada keluarganya karena disinilah saya ada titik terang dan mendapat info cara-cara membangunkan dan merawat pertapa yang sudah sadar itu, dan masih mendekati akal sehat dalam pemikiran logika.

Di Pulau Jawa makanan pokok adalah Nasi yang terbuat dari Padi yang di kupas dengan cara ditumbuk pada jaman dahulu, sekarang ini digiling dengan mesin penggilingan Padi. Disinilah kunci utama dalam membangunkan Pertapa itu cara yang sederhana dan bisa dilakukan oleh orang biasa ( tidak punya ilmu kebatinan dan sejenis ).

Cara yang dilakukan sebelum membangunkan, untuk persiapan perlengkapan menanak Nasi harus lengkap dan ditambah beberapa Kipas untuk mengipasi Nasi yang sudah masak nantinya, yaitu untuk mengarahkan Uap Nasi ke tubuh Pertapa.

Pertapa yang sudah waktunya dibangunkan dengan Uap Nasi, setelah Nasi itu sudah masak langsung di tumpahkan sekeliling Pertapa, Nasi dialasi daun pisang, dari Uap Nasi yang mengepul itu diarahkan ke tubuh Pertapa yang belum sadar dengan cara dikipasi, dari Uap Nasi ini Pertapa akan sadar kembali walau sudah bertahun-tahun tidak makan, tidak minum dan tidak pula bergerak duduk bersila.

Dalam kondisi ini keadaan jasmani atau badan Pertapa masih lemah, maka diperlukan perawatan khusus pada masa itu mungkin kalau jaman sekarang dirawat dirumah sakit dan di infus untuk mengembalikan kondisi Kesehatan badan yang lemah dan kekurangan cairan dalam tubuh Pertapa. Untuk perawatan cara yang dipakai pada masa itu seperti ulasan dibawah ini.

Untuk perawatan dan pemulihan kondisi badan yang lemah cara masa lalu, selanjutnya badan yang kurus dan sudah tidak kemasukan makanan yang sudah bertahun-tahun itu tidak langsung memakan Nasi, makanan pertama Madu asli sedikit untuk membasahi mulut membuka tenggorokan lambung dan usus, sampai beberapa hari dan selanjutnya dicampur dengan air hangat masih kental tidak boleh terlalu cair, untuk minum ini tidak boleh kebanyakan sedikit demi sedikit, kalau kebanyakan akan muntah, karena perbedaan larutan air dalam perut dan larutan air dalam darah belum sesuai maka perut akan menolak dan terjadi muntah.

Demikian juga juga orang yang puasa tidak makan dan tidak minum tiga hari tiga malam, tujuh hari tujuh malam, duapuluh satu hari dua puluh satu malam dan juga tidak makan tidak minum sampai empat puluh hari empat puluh malam, tahapan ini harus dilalui kalau memaksa minum banyak karena haus perut akan menolak sebab perbedaan konsentrasi larutan dalam perut tidak sesuai dengan konsentrasi larutan dalam darah.

Perawatan tahapan selanjutnya yaitu minum air campur madu agak encer dan ditambah dengan Tajin, tajin yaitu kalau menanak Nasi secara tradisional, dua tahap pada tahap pertama ditanak dulu dengan air disini airnya diperbanyak dan setelah mendidih dan kental air tajin itu diambil dengan sendok atau alat lain yang bisa dipergunakan untuk mengambil tajin. Fungsi tajin ini adalah untuk memulihkan getah perut, menebalkan lambung dan usus supaya dapat menerima Nasi, untuk mencegah supaya tidak mencret atau diare.

Setelah dapat minum madu campur air air hangat agak banyak dan tajin selanjutnya makan bubur dari tepung beras, tahapan berikutnya makan bubur dari beras agak lunak dan berikutnya bubur kasar setelah itu baru makan Nasi sedikit dikombinasi dengan bubur kasar dan jika sudah dapat menyesuaikan baru makan Nasi sebagai mana mestinya dengan sayur juga makan buah yang mendukung proses pemulihan kesehatan.

Orang yang selesai melakukan Bertapa akan punya banyak kelebihan, dan banyak mempunyai ilmu karena selama melakukan Bertapa diberi petunjuk Tuhan sesuai yang Pertapa inginkan.

Apakah bukan Pertapa dapat bertahan hidup walau tidak makan dan tidak minum ?

Inilah kita sebagai manusia selalu ingin tahu termasuk saya, dari cerita turun temurun saya dapatkan, pada waktu jaman dahulu pernah terjadi di suatu Desa keadaan alamnya masih banyak pohon-pohon besar, dan salah satu pohon besar itu berongga, pohon itu sangat besarnya sampai didalam rongga pohon itu bisa untuk ditempati oleh anak kecil dan ada lubang tembusan lubang yang bisa dimasuki oleh anak kecil usia sekitar anak sekolah dasar kelas tiga ke bawah.

Pada suatu hari sekelompok anak-anak itu bermain sembunyi-sembunyian, permainan ini diikuti oleh anak lelaki dan juga anak perempuan. Permainan ini bergantian yang mencari satu anak dan yang lain bersembunyi, pada suatu saat anak yang satu dicari tidak ditemukan sampai lama, kemudian yang lain ikut membantu mencari karena dalam permainan ini harus dapat ditemukan semua baru kemudian berganti yang akan mencari teman-temannya yang bersembunyi.

Setelah anak-anak tidak dapat menemukan permainan selesai tidak main lagi pada pulang dan meloporkan ke orang Tua masing-masing kalau temannya ada yang hilang, maka para orang Tua dan orang dewasa di Kampung itu semua membantu untuk mencari anak yang hilang itu, dan karena tidak dapat menemukan dalam pencarian itu sampai beberapa hari dianggap anak itu diculik oleh Jin penghuni disekitar pepohonan itu.

Sampai beberapa minggu, berbulan-bulan kemudian tidak dapat ditemukan sampai bertahun-tahun dan puluhan tahun tidak ada kabar keberadannya anak yang hilang itu, teman-teman sepermainan sudah dewasa dan sampai Tua menjadi kakek nenek, ada yang tua dan yang sudah meninggal dunia.

Teman-teman sepermainan sampai pada usia sudah Tua dan pohon paling besar berongga dan berlubang itu daun-nya rontok dan kering sampai bertahun tahun kemudian menjadi lapuk dan sampailah pohon itu tumbang karena pohon kering itu menjadi lapuk.

Pohon itu tumbang menjadi terbelah dan remuk, apa yang terjadi setelah pohon itu tumbang dan terbelah, didalam rongga pohon itu ada seorang manusia usianya sudah Tua berambut panjang sampai sepanjang mata kaki, berjenggot panjang, dan kuku tangan dan kuku kaki juga panjang, tingginya tidak setinggi orang normal agak pendek karena pertumbuhan badan tertahan oleh tingginya rongga.

Maka cepat tersiar penemuan orang tua itu, dan yang merasa pernah kehilangan teman sepermainan di masa kanak-kanak dan juga keluarga dan kerabat dari orang yang pernah merasa pernah kehilangan anak pada masa dulu pada berdatangan untuk melihat, maka dilihat tanda-tanda anak yang pernah hilang itu yaitu tahi lalat dan tanda tanda luka dan goresan di kulit, juga tanda-tanda lain menandakan orang itu adalah anak yang hilang lebih dari 60 tahun yang lalu, teman sepermainan usianya sudah mencapai hampir delapan puluh tahun.

Tanda tanda di tubuh ini diperkuat oleh teman-taman serpermainan bahwah orang itu adalah teman yang hilang pada masa anak-anak dulu, kondisi fisik orang yang berasal dari dalam pohon itu normal tapi agak pendek dari orang normal hal ini disebabkan karena terhambat tempat yang ditempati terbatas.

Posisi orang itu berdiri dan belum sadar, jadi waktu pohon tumbang ya jadi posisi tidur, dan diangkat oleh orang-orang ditempatkan ditempat yang layak. Selanjutnya keluarga yang pernah merasa kehilangan dan orang-orang kampung berunding bagaimana sebaiknya maka dicari orang pintar termasuk dukun.

Setelah beberapa lama tidak ada yang dapat menyadarkan dan membangunkan dari keadaan itu, sungguh di sayang keadaan orang itu sebenarnya dapat disadarkan dan dibangunkan jika bertemu orang yang dapat membangunkan dan menyadarkan orang yang Bertapa, tapi tidak bertemu dan tidak ada dapat membangunkan.

Minggu, 23 Januari 2011

Rahasia Keris bisa berdiri

Rahasia Keris bisa berdiri
( Diulas oleh Ki Sutarno )

Ki Sutarno adalah ahli dalam hal mendirikan Keris, kini Rahasianya akan diulas oleh Ki Sutarno.

Pada mulanya Ki Sutarno masih dalam usia Remaja melihat orang mendirikan Keris dan Ki Sutarno minta diajari untuk mendirikan Keris, tapi orang itu mengatakan kalau ingin bisa mendirikan Keris harus mempunyai Ilmu dulu baru bisa mendirikan Keris, Ilmu yang dimaksud ini dalam Masyarakat Jawa adalah Ilmu Kebathinan, Tenaga Dalam dan masih banyak Ilmu-ilmu sejenis ini. Orang itu tidak mau mengajari walau sudah kenal dan akrap, memang usia orang itu lebih Tua dan sudah banyak pengalaman dalam hal Ilmu.

Ki Sutarno karena benar-benar ingin bisa mendirikan Keris maka berfikirlah dengan menggunakan logika apa benar untuk mendirikan Keris harus mempunyai Ilmu dulu baru belajar mendirikan Keris, berfikir dan berfikir terus karena penasaran. Dalam pencarian ini tidak percaya kalau mendirikan Keris itu harus punya Ilmu dulu baru belajar mendirikan Keris, dan menemukan jawaban kalau mendirikan keris itu yang diperlukan bukan Ilmu Kebathinan dan semacamnya tapi harus trampil dalam hal keseimbangan menguasai benda, supaya dapat berdiri tidak jauh dengan hukum Fisika yaitu gravitasi.

Ki Sutarno karena benar-benar ingin bisa mendirikan Keris maka berlatihlah setiap ada waktu untuk mendirikan Keris, latihan ini setiap hari dilakukan bahkan bisa lebih dari satu kali. Ki Sutarno dengan Tiga Keris miliknya dipakai latihan bergantian dan semakin percaya kalau untuk mendirikan Keris tidak memerlukan Ilmu tapi harus trampil dalam hal keseimbangan benda, karena sesekali sudah bisa berdiri walau sebentar kemudian roboh Keris yang dia pakai berlatih itu.

Dari hari ke hari semangat Ki Sutarno bertambah terus karena semakin trampil untuk mendirikan Keris dan kenyataan seperti yang Ki Sutarno fikirkan, memang untuk mendirikan Keris tidak perlu belajar Ilmu kebathinan atau Ilmu semacamnya akan tetapi harus mengusai keseimbangan benda dan harus berlatih sampai benar-benar trampil dan menguasai keseimbangan yang ada hubungannya dengan ilmu Fisika yaitu Gravitasi dan perbandingan Berat benda.

Dari pengalaman itu Ki Sutarno tahu kalau untuk mendirikan Keris itu harus ada keseimbangan juga luar dan dalam, artinya harus benar-benar konsentrasi untuk merasakan, kapan waktunya Keris harus dilepas. Menurut Ki Sutarno harus sama antara Rasa dan Perasaan dengan Keris yang dipegang, atau bisa disebut harus sinkron.

Dari hasil latihan itu maka waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan Keris semakin cepat dan semakin trampil. Setelah itu Ki Sutarno mencoba juga selain Keris yaitu berbagai senjata tajam yang ujungnya runcing dan ternyata bisa juga walaupun bukan Keris termasuk Pisau dapur.

**Ki Sutarno memperagakan mendirikan Keris dan senjata tajam.

Karena Ki Sutarno sudah kenal dekat dengan saya, maka sewaktu saya berkunjung ke rumah Ki Sutarno saya minta untuk memperagakan (demo) mendirikan Keris. Ki Sutarno tidak keberatan dan diambil Keris yang ada didalam almari untuk peragaan, tempat untuk mendirikan keris diatas meja kaca dan tidak lebih satu menit Keris sudah bisa berdiri. Wah hebat benar pikir Penulis, permukaan kaca yang licin itu Keris tidak terpeleset.

Setelah itu mengambil Tombak yang ada di tembok, Tombak ini bergagang ( batang tombak ) pendek sekitar 50 cm panjang mata tombak kurang lebih 25 cm. Sebelum mendirikan tombak ini Ki Sutarno menjelaskan, kepada Penulis kalau berat Batang Tombak dijumlah dengan berat Mata Tombak, Rangka penutup mata Tombak kalah beratnya, jadi untuk mendirikan Tombak itu, Rangka tombak harus disandaran supaya tidak terdorong oleh berat jumlah berat dari Mata tombak dengan Batang tombak.

Posisi Rangka tombak Horizontal dan posisi Mata tombak dengan Batang tombak Vertikal, sandaran yang dipakai tembok, diatas meja kaca. Tidak sampai dua menit Tombak berdiri, tombak itu dibiarkan berdiri Kami berbincang dan dijelaskan jika tidak pakai sandaran tidak bisa dan diperagakan juga, ternyata benar juga Rangka terdorong dan Tombak tidak bisa berdiri.

Pisau Dapur biarpun ujung runcing tidak ditengah mata pisau bisa juga, pisau diambil ke dapur setelah itu mengambil buku yang beratnya lebih dari pisau dapur, tidak begitu tebal, kata Ki Sutarno yang penting beratnya harus lebih dari berat pisau dapur. Buku diletakkan diatas meja dan ujung pisau dapur disandarkan di ketebalan buku, hanya beberapa detik Pisau dapur berdiri.

Kami berbincang lagi, dan dijelaskan pula oleh Ki Sutarno kalau Pedang juga bisa di dirikan seperti mendirikan Keris.

Penulis  bilang : Sungguh bisa ta, pedang kan panjang, dimana Pedang-nya ?
Ki Sutarno menjawab : Bisa...akan saya buktikan.

Keris, Tombak, Pisau dapur semuanya diambil dan dikumpulkan, sekarang acara Kami ganti yaitu Ki Sutarno mendirikan Pedang, kemudian Ki Sutarno mengambil Pedang masuk ke dalam ruang belakang. Sementara Penulis menunggu. Tidak lama pedang itu dibawah lengkap dengan rangkanya.

Pedang dikeluarkan dari sarung pedang dan sebelum memulai Ki Sutarno menjelaskan kalau berat rangka yang terbuat dari Kayu dan dikombinasi pelat untuk memperkuat dan memperindah Sarung pedang itu beratnya masih kalah dengan berat bilah Pedang itu, dari ini Pedang bisa berdiri jika Rangka pedang itu disandarkan untuk menahan dorongan beratnya bilah Pedang.

Kemudian Ki Sutarno mengambil tempat dilantai yang terbuat dari porselin, ujung Rangka Pedang disandarkan ditembok posisi Horizontal, kemudian ujung Pedang lancip di bawah menumpu di atas lantai porselin pada posisi Vertikal. Tidak sampai dua menit Pedang bisa berdiri.

Penulis bertanya pada Ki Sutarno berapa panjang pedang itu, dijawab oleh Ki Sutarno kalau panjang pedang diukur dari Ujung Pedang sepanjang 115 cm (seratus lima belas sentimeter). Bentuk pedang tajam kedua sisinya menyerupai model Pedang Eropa.

Kalau Anda ingin bisa mendirikan Keris, Anda tidak perlu belajar dulu Ilmu kebathinan dan sejenisnya terlebih dulu, kalau Anda ingin bisa membuat keris bisa berdiri kata Ki Sutarno lakukan tiga langkah yaitu :
  1. Tekun berlatih tiap hari sampai bisa.
  2. Konsentrasi pada waktu mendirikan Keris
  3. Rasakan, gunakan rasa dan perasaan untuk merasakan kapan Keris pada posisi seimbang dan tepat waktu untuk melepas Keris itu sehingga bisa berdiri.
Kata Ki Sutarno ada juga orang yang bisa mendirikan Keris tanpa sandaran di ujung bilah Keris itu, jika Keris itu ada penghuninya Jin dan yang mempunyai Keris itu dapat memerintah Jin penghuni Keris itu supaya bilah Keris itu dapat berdiri.

Untuk mendirikan Keris tidak diperlukan ilmu kebathinan dan sejenisnya, juga tidak diperlukan Mantra yang diperlukan adalah tekun berlatih sampai benar-benar trampil. Jika ada yang bilang memerlukan Mantra dan ilmu kebathinan, tenaga dalam dan ilmu yang lain adalah bohong.

Dalam tatacara mendirikan Keris ada tatacara yang berlaku dan yang melakukan tatacara ini pencinta Keris, yaitu sebelum mendirikan Keris mulai dari cara mengambil dan cara mengeluarkan Keris dari rangkanya ada tata cara khusus dan menyebut nama-nama Empu yang dia ketahui, seperti Empu Gandring, Empu Supo dan menyebutkan Empu lain yang diketahui adalah tatacara yang sangat sopan, tujuan ini adalah untuk menghormati para Empu dan leluhur karena Keris merupakan karya seni yang luhur dan sangat tinggi nilainya.

Kesimpulan : Keris bisa berdiri karena keseimbangan dan dari hasil ketekunan berlatih untuk mendirikan Keris tidak harus punya ilmu tenaga dalam, kebatinan, dsb.


Surabaya, tgl. 01 Juli 2011
NB :
Untuk Kang Rama dan terimakasih komentar Anda.
Memang ada orang yang punya Ilmu dan bakat menggerakkan benda-benda, dari bakat ini jika mendirikan Keris bisa berdiri tanpa disentuh. Dengan perintah pikiran Keris bisa berdiri, seperti yang Anda maksud memang fakta.


Link artikel Keris dan Tombak :

Keris-dan-tombak-1
Keris-dan-tombak-2
Keris-dan-tombak-3
Keris-dan-tombak-4

Sabtu, 08 Januari 2011

Keris dan Tombak-4

Keris dan Tombak
(bagian ke-4)

Untuk mengetahui mana yang diciptakan dulu Keris atau Tombak, Saya mencoba untuk mencari tahu dengan cara berbicara secara langsung dengan Roh pencipta pertama Keris dan tombak bagaimana sebenarnya dan mana yang lebih dulu diciptakan. Saya sengaja tidak bertanya pada yang ahli dibidang ini karena pikiran Saya supaya tidak terpengaruh oleh keterangan orang yang sudah ahli, setelah dapat nanti akan saya cocok-kan dengan orang yang mengetahui tentang Keris dan Tombak.

Untuk melakukan ini Saya datang kerumah teman bernama Hariono yang biasa berlatih berdua dan membakar kemenyan hobi Kami sama meski dasar ajaran berbeda dengan Saya dan letak rumahnya yang sepi dan sudah biasa kalau membakar kemenyan dan tetangganya pun sudah terbiasa jika mencium bau harum kemenyan, teman Saya ini menguasai Perhitungan Primbon Jawa yang belajar dari ayahnya juga belajar Ilmu Jawa.

Pada jam satu lewat seperempat Saya baru mulai, tempat yang Saya tempati diluar rumah yaitu di halaman depan rumah, karena musim hujan dan tanahnya becek maka Saya memakai kursi panjang yang terbuat dari dua bilah papan kayu sepanjang 200cm dan lebarnya 40cm sebenarnya kurang lebar untuk duduk menyilang karena didepan Saya letakkan angglo kecil yaitu alat untuk menyalakan bara api arang pembakar kemenyan dan juga untuk meletakkan kipas terbuat dari bambu berbentuk segi empat.

Arang Saya nyalakan dan Saya kipasi sampai membara setelah itu baru mulai duduk bersila diatas kursi panjang menghadap ke arah Timur, dan berdoa kepada Tuhan supaya diberi perlindungan dan diberi keselamatan, setelah itu Saya lanjutkan dengan permohonan kepada Tuhan supaya Saya dapat berkomunikasi secara langsung dengan Roh pertama pencipta Keris dan Tombak untuk mengetahui mana yang dicipkan lebih dulu.

Setelah itu Saya membakar serpihan kemenyan dan membaca mantra dengan mata terpejam dengan cara membaca berulang-ulang untuk menguatkan konsentrasi,setelah kemenyan kemenyan di bara api habis yaitu tidak mengeluarkan bau lagi maka Saya taburkan lagi serpihan kemenyan,demikian Saya lakukan berulang-ulang. Waktu berjalan sampai lama belum datang juga dan Saya perlu istirahat dulu dan juga bara api sudah kecil perlu di kipasi supaya membara lagi.

Saya lihat jam ternyata Saya duduk tadi selama tepat setengah jam dan Saya masuk ke dalam rumah didalam ada dua teman Hariono dan Margono yang dari awal menemani Saya pergi ke rumah Hariono.

Margono bertanya : Bagaimana sudah berhasil ?
Saya jawab : Belum.
Margono bertanya : Kemenyan masih ada ?
Saya jawab : Masih.
Margono berkata : Masih bisa dipakai lagi jangan putus asa !!!
Saya jawab : Ok...Saya perlu istirahat dulu sepuluh menit.

Setelah istirahat sepuluh menit saya mulai lagi ketempat untuk memulai,sisa serpihan kemenyan yang sudah dilumatkan didalam buntalan sobekan kertas koran saya buka. Bara api arang yang sudah mengecil perlu dikipas lagi dan perlu menambah sedikit arang dan arang saya kipasi sampai api membara sesuai dengan yang saya perlukan.

Setelah bara api siap,saya baru mulai duduk bersila mata terpejam berdoa memohon kepada Tuhan Yang maha Esa dan membaca mantra yang diperlukan dan mulai membakar kemenyan dengan cara menaburkan kemenyan sedikit demi sedikit,setelah bau kemenyan habis saya ulangi lagi sambil membaca mantra berulang-ulang.

Lama juga Roh yang saya perlukan belum hadir sampai kemenyan tinggal tiga taburan belum juga Roh yang saya perlukan belum hadir, saya sudah berusaha maksimal sampai tinggal dua taburan belum juga hadir dan pada taburan yang terakhir ada reaksi dari alam angin mulai bertiup dari arah depan mula semilir semakin lama semakin bertambah keras tiupan angin itu tepat ke arah saya.

Sobekan kertas koran yang saya letakkan di kursi tepat didepan ditiup angin dan terlempar kearah kanan hal ini saya ketahui dari suara dan jatuhnya kertas itu berbunyi seakan ada yang sengaja melemparkan sobekan kertas itu. Saya tetap konsentrasi dengan mata terpejam dan posisi duduk tegak mata memandang kearah depan.

Angin semakin kencang dan semakin keras tiupan angin itu tepat lurus dari arah depan,disini saya mulai merasakan kalau Roh yang saya tunggu-tunggu akan datang. Tiupan angin semakin keras dan kencang sampai saya merasa terdorong dan harus mempertahankan keseimbangan tubuh agar tidak terlempar oleh tiupan angin yang sangat keras dan kencang itu, semakin kencang sampai kulit wajah saya seperti di tekan dan dipijat oleh angin yang demikian keras dan kencang itu juga saya harus menjaga keseimbangan badan supaya saya tidak jatuh dan tidak terlempar oleh tiupan angin.

Tiupan angin mulai berkurang dan dari depan kelihatan sinar nan putih dan bersih menerangi alam dan semakin lama semakin jelas dan menyilaukan, tapi kemudian sinar berkurang berganti pemandangan alam. Tepat didepan saya ada Telaga dan ditengah-tengah kolam itu ada satu bunga Teratai, bunga Teratai itu satu dan tumbuh sempurna bunganya ada satu belum mekar masih kuncup tumbuh disebelah kanan dari arah pandangan tempat saya.

Alam semakin terang dan kelihatan semua keadaan disekitar tempat itu ternyata dikelilingi oleh hutan yang sangat lebat ditumbuhi oleh bermacam-macam tumbuhan besar dan ada juga yang kecil tapi jarang. Pemandangannya sangat indah, terasa tenang berada di tempat itu dan hawa yang sejuk saya rasakan.

Nampak jauh di seberang telaga sana ada sumber sinar di tepi telaga semakin terang dan mulai berbentuk gambar transparan tubuh seorang Pria berpakaian serba putih dan memakai ikat kepala juga putih. Gambar semakin jelas dan tampaklah wujud yang sebenarnya seorang Pria berdiri, pakaian yang dipakai menandakan kalau pakaian dari jaman dulu dimana di Pulau Jawa masih jaman Agama Hindu dan Budha, pakaian seorang Begawan dan saya yakin kalau itu Begawan.

Begawan itu posisi berdiri itu dan kemudian duduk bersila menghadap telaga dan saya secara mendadak terbang di atas telaga posisi disebalah kiri bunga Teratai, rasanya ada energi yang menatur menuju ke Begawan di seberang sana. Setelah sampai di seberang posisi saya duduk bersila menghadap Begawan, jarak posisi saya duduk bersila sekitar 100 cm.



Berbicara dengan Roh Begawan pencipta Tombak.

Saya mulai bertanya kepada Roh Begawan itu karena saya yakin inilah Roh pencipta pertama diantara Keris dan Tombak, saya benar-benar belum tahu dan memerlukan penjelasan dari Roh itu selanjutnya saya bertanya.

Saya berkata : Saya sangat memerlukan penjelasan dari Anda.....mudah-mudahan Begawan tidak keberatan untuk menjelaskan tentang Keris dan Tombak, mana yang diciptakan lebih dulu Keris atau Tombak dan mungkin ada hal lain yang perlu saya ketahui sehubungan dengan hal ini.

Begawan : Saya akan menjelaskan ilmu pengetahuan Keris dan tombak kepada Anda.

Keadaan yang saya rasakan : Hawa yang tadinya sejuk berangsur-angsur berubah menjadi hawa hangat dan rasanya saya seperti dibungkus oleh hawa yang hangat itu.

Penjelasan dari Begawan : Pada mulanya keadaan di mana tempat Saya hidup, keadaan kacau karena diserang oleh Kerajaan lain. Keadaan Raja beserta keluarga menderita, apa lagi Rakyat sangat menderita dan banyak yang kelaparan. Dari keadaan ini Raja berfikir bagaimana cara untuk mempertahankan Kerajaan dan mengusir penyerang supaya keadaan normal kembali.

Kalau melihat kekuatan Tentara Kerajaan dan Rakyat untuk mengusir penyerang memerluka waktu yang panjang dan pengorbanan yang sangat besar karena Tentara Musuh sangat kuat. Dari pemikiran ini timbullah suatu pemikiran yaitu diperlukan senjata yang sangat ampuh untuk berperang untuk mengusir Musuh dan dalam jangka panjang untuk mempertahankan Bangsa dan Negara supaya aman tentram dan sentosa.

Dari pemikiran ini kemudian Raja menunjuk Saya untuk menciptakan senjata yang sangat ampuh karena dinilai oleh Raja kalau Saya mampu melaksanakan tugas ini. Kemudian Saya dilpanggil oleh Raja lewat seorang Utusan Raja, supaya Saya menghadap Raja karena ada yang akan dibicarakan.

Kami membicarakan soal senjata secara rahasia yaitu pertemuan empat mata ( pertemuan berdua ), Raja menyampaikan maksudnya kepada Saya, kemudian Saya berfikir dan menemukan solusinya yaitu bertapa di tempat ini ditepi Sendang ini untuk minta petunjuk kepada Tuhan Sang Maha Pencipta untuk menciptakan senjata yang sangat ampuh untuk mengusir musuh di dalam Kerajaan dan untuk mempertahankan Bangsa.

Begawan : Setelah beberapa lama saya bertapa mendapat petunjuk berupa suara :
Jika ingin menciptakan senjata yang ampuh dan dahsyat lihat-lah didepanmu ditengah Telaga.

Saya alami : Ada energi yang mengatur kecepatan komunikasi sangat tinggi, seketika saya melihat bunga Teratai itu tepat di depan saya duduk bersila seakan saya terbang di atas air di tengah Telaga keadaan benar-benar nyata.

Bunga Teratai yang indah dan sempurna tumbuh ditengah Telaga air nya sangat jernih terlihat semua, mulai dari tanah, air, bunga Teratai lengkap dengan daun-daun batang daun dan satu bunga masih kuncup terlihat jelas batang bunga dan kelopak bunga belum membuka di sebelah kanan, posisi saya menghadap ke arah timur.

Fokus penglihatan pada batang bunga terus naik ke kelopak bunga, ujung paling atas mulai membuka kemudian perlahan-lahan membuka dan kelihatan bunga Teratai putih mengeluarkan cahaya berpendar putih bersih dan mekar terus sampai bunga Teratai itu mekar sempurna dengan cahaya lebih terang dari sebelum-nya.

Begawan bercerita :

Maka saya melihat ke tengah kolam ada satu bunga Teratai dengan satu bunga yang belum mekar, dan saya mengkaji tentang bunga Teratai itu.

Setelah mengkaji saya dapatkan kalau untuk membuat senjata yang sangat ampuh dan dahsyat harus mempunyai daya dan kekuatan empat unsur yaitu unsur Bumi, unsur Air, unsur Angin dan unsur Api seperti bunga Teratai tumbuh dan hidup di tengah Telaga dengan Air yang Jernih.

Setelah pengkajian ini Saya dapatkan ketentuan Senjata Tombak sebagai berikut :

  1. Senjata kekuatan empat unsur memerlukan proses pembuatan cara Spiritual.
  2. Bentuk senjata serupa dengan bunga Teratai, terdiri dari Batang Tombak dan Mata
    Tombak.
  • Panjang Batang Tombak paling pendek satu jengkal diatas kepala pemakai, yaitu diukur dari tinggi badan ditambah satu jengkal pemakai, untuk yang menghendaki lebih panjang bisa disesuaikan.
  • Mata Tombak terbuat dari logam keras yang berlapis seperti bunga Teratai yang masih kuncup.
  • Mata Tombak dimasukkan di dalam Kerangka Mata Tombak seperti bunga Teratai yang masih kuncup dalam kelopak bunga dan Mata Tombak dibuka saat situasi bahaya yaitu dimana situasi siap Tempur.
  1. Pada waktu akan memakai jauh sebelumnya senjata Tombak diperlukan persiapan yaitu Batang Tombak ditempelkan di kening, posisi Badan dan Tombak tegak lurus ( vertikal ) dan berdoa. Cara ini supaya Daya dan Kekuatan empat unsur Tombak menyatu dengan Daya dan Kekuatan yang berada pada Manusia untuk menimbulkan Daya dan Kekuatan yang sangat dahsyat.
Keris

Keris yaitu merupakan perkembangan dari Tombak untuk membawa senjata yang lebih praktis dan bentuk Keris itu selanjutnya bervariasi ada yang berluk (berkelok-kelok).

Cara penggunaan Keris yaitu Keris ditempelkan di Kening ( vertikal ) ujung Keris diatas dan berdoa, setelah itu Keris satu jengkal kedepan jarak dari Kening, untuk membuka kerangka Keris ( sarung ) di tarik keatas bersamaan dengan menarik bilah Keris ke arah bawah gagang Keris menuju ke pusar sampai menempel, selanjutnya digunakan sebagaimana mestinya. Dengan cara ini daya kekuatan Keris menyatu dengan daya kekuatan manusia.

Saya singkat saja tulisan komunikasi ini, karena yang lain tidak begitu penting.....!!!

Setelah komunikasi selesai saya menanyakan nama Begawan itu :

Saya bertanya :Siapa nama Anda ?
Begawan menjawab : Tuhan Maha Perkasa
Saya bertanya lagi : Siapa nama Anda mohon disebutkan ?!
Begawa menjawab : Tuhan Maha Perkasa
Saya ulangi sekali lagi pertanyaan yang ke-3 : Siapa nama Anda saya mohon disebutkan ?
Begawan menjawab sama dengan jawaban yang ke-1 dan ke-2 :Tuhan Maha Perkasa
Pertanyaan saya sampai tiga kali untuk mengetahui identitas diri tidak dijawab dan mengatakan Tuhan Maha Perkasa.

Komunikasi ini saya alami sangat cepat dan merupakan komunikasi dengan speed tercepat yang pernah saya lakukan sampai sekarang ini awal bulan Januari tahun 2011, rasanya seperti dua detik tapi speed yang di injeksi kedalam memori otak sangat banyak dan lengkap, dapat saya mengerti dan saya fahami sampai detil-nya dengan jelas.

Efek dari komunikasi ini yaitu saya tidak bisa tidur selama empat malam tiga hari yaitu selama tiga hari tiga malam ditambah satu malam pertama. Tapi Saya heran tidak ada rasa lesu atau mengantuk walau sedikit, malah energi rasanya berlipat ganda sehat lahir bathin, saya tetap melakukan pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Bisa tidur normal pada malam ke-5 tanpa rasa lesu tapi segar bugar sehat lahir dan bathin.

Sampai saat ini hanya komunikasi dengan Roh Pencipta Tombak ini yang ada efek samping yang lain tidak ada efek samping.


Link artikel Keris dan Tombak :

Keris-dan-tombak-1
Keris-dan-tombak-2
Keris-dan-tombak-3
Keris-dan-tombak-4
Rahasia Keris bisa berdiri

Jumat, 31 Desember 2010

Keris dan Tombak-3

Keris dan Tombak
(bagian-3)

Dari cerita orang-orang jaman sekarang suka pada Keris atau Tombak buatan empu pada jaman kerajaan,ada mitos kalau pada jaman perubahan yaitu dari jaman Hindu dan Budha beralih ke jaman Islam di Pulau Jawa yaitu orang-orang Jawa mengalami perubahan kekuatan baik fisik maupun Spiritual juga dalam hal melakukan tirakat termasuk kekuatan berpuasa.

Pada jaman dahulu banyak cerita-cerita kalau Pertapa yaitu orang yang mempelajari Ilmu Jawa banyak yang melakukan puasa sampai empat puluh hari empat puluh malam tanpa makan dan minum dan bahkan Pertapa mampu melakukan Tapa duduk bersila sampai bertahun-tahun tanpa bergerak juga tanpa makan dan minum di tempat Gua atau tempat Bertapa lainnya,dalam waktu bertahun-tahun ini tetap hidup dan pada tiap-tiap lubang tidak dimasuki binatang kecil.

Dari cerita ini masyarakat jaman sekarang lebih percaya kalau Keris maupun Tombak buatan pada masa Jaman Kerajaan Hindu dan Budha Merupakan Keris atau tombak yang ampuh dalam hal Isoteris. Dari cerita ini sampai sekarang masih banyak yang berburu Keris atau Tombak buatan Empu pada jaman Kerajaan Hindu dan Budha.

A. Daya Isoteris Keris dan Tombak jaman Sekarang.

Kekuatan Keris dan Tombak ini pengalaman dalam pendeteksian menunjukkan kebenaran kalau kekuatan Isoteris Keris atau Tombak pada jaman Sekarang mempunyai daya dan kekuatan yang berbeda dibandingkan dengan kekuatan Keris dan tombak pada jaman Kerajaan.

Pengalaman pendeteksian antara lain :
  1. Pengalaman pendeteksian Keris dan Tombak jaman sekarang ini, punya teman-teman yang biasanya ingin Keris maupun Tombak yang Dia miliki ada isinya atau tidak.
  2. Ditempat penjualan keris yang jumlahnya ratusan keris lebih dari empat ratus Keris, secara diam-diam Saya deteksi.
  3. Juga tempat Orang Tua (Mbah yaitu orang punya ilmu Tua dan di Tuakan) Pada bulan Suro (bulan jawa) banyak Keris dan Tombak milik orang yang dimandikan oleh Mbah juga sampai mencapai ratusan.
Selain memandikan...Mbah ini bisa juga menginduksi Keris,Tombak dan benda-benda lain,maka Keris atau Tombak yang dimandikan oleh Mbah ini dipercaya lebih ampuh dan Makhluk Halus Jin atau Roh penghuni Keris akan suka dan kerasan tinggal. Mbah ini biasanya menguasai Ilmu Jawa termasuk Perhitungan Primbon Jawa.

Keris atau Tombak yang sudah dirawat dan diyakini orang memang berbeda dari yang berada di pasaran mungkin karena perbedaan penginduksian yang dilakukan dan bisa juga dari kepercayaan yang mempunyai Keris atau Tombak.

Buatan Empu jaman sekarang yang dijual hampir tidak ditemukan yang mempunyai daya besar bahkan ada yang cenderung hasil karya seni (eksoteris).

B. Daya Isoteris Keris dan Tombak pada Jaman Kerajaan Hindu dan Budha.

Pengalaman ini sangat berharga bagi Saya karena tidak mudah mencari siapa yang punya Keris atau Tombak buatan Empu jaman Kerajaan dan juga tidak mudah untuk memastikan keasliaan-nya. Sebenarnya Saya tidak pernah membayangkan kalau bisa punya pengalaman pendeteksian Keris dan Tombak buatan Empu jaman Kerajaan milik seorang dari keturunan Raja Majapahit dan merupakan Kerajaan besar pada Jaman Kerajaan juga merupakan cikal bakal Negara Indonesia sekarang ini.

Pada mulanya Saya dikenalkan oleh teman Saya kalau tetangga sebelah rumahnya itu memerlukan pendeteksian mungkin ada hal yang perlu diketahui baik tidaknya di dalam rumah dan pekarangan-nya. Maka kami berdua pergi di sebelah rumah yaitu teman yang dimaksud, maka berkenalan lah Saya dengan tetangganya itu. Setelah berkenalan Saya ditinggal pulang kerumah oleh teman Saya dan kami berdua masuk kedalam ruang tamu.

Kami berbicara seperlunya dan menyatakan maksud yang di inginkan yaitu pendeteksian disekitar rumahnya. Kami keluar lagi di halaman rumah, pendeteksia Saya lakukan mulai dari halaman rumah pendeteksian saya lakukan merata setelah itu masuk lagi kedalam ruang tamu untuk mendeteksi, posisi ini pada tengah rumah dan Saya lakukan pendeteksian berputar 3600untuk tiap-tiap ruangan tidak perlu membuka pintu dan tidak perlu dideteksi satu persatu karena dengan cara berputar 3600 ini bisa menembus tiap-tiap ruangan yang ada.

Setelah selesai didalam ruang tamu Saya lanjutkan pendeteksian di halaman belakang rumah,pendeteksian dibelakang rumah ini Saya lakukan secara merata termasuk kedalam ruangan rumah dari belakang di halaman belakang,ada keanehan ada Daya Kekuatan yang sangat besar berada dalam salah satu ruangan rumah.

Setelah pendeteksian kami berdua masuk kembali ke dalam ruang tamu dan Saya menjelaskan hasil pendeteksian yang sudah Saya lakukan tadi dengan perincian berikut.
  1. Pendeteksian pada halaman depan rumah tidak bermasalah energi positif.
  2. Pendeteksian di ruang tamu tidak bermasalah.
  3. Pendeteksian di halaman belakang rumah tidak bermasalah,tapi dari halaman belakang ini terdeteksi adanya energi yang sangat besar didalam satu ruangan didalam rumah (energi ini tidak terdeteksi dari ruang tamu).
Saya katakan : Energi yang berada dalam ruangan itu sangat besar membuat Saya bergetar sampai seluruh tubuh.

Berkata dan bertanya : Ya Saya melihat tubuh Anda bergetar. Apakah energi positif atau negatif ?

Saya jawab dan bertanya : Saya tidak dapat menyimpulkan positif atau negatif,tapi Saya andaikan Kalau dingin terlalu dingin seperti es dan kalau tidak dapat mengendalikan bisa berakibat tidak baik. Bagaimana reaksi pada kehidupan Bapak apakah ada hal-hal yang sering merugikan.

Jawab : Tidak ada masalah biasa-biasa saja.

Pada pendeteksian disini saya merasakan energi yang sangat besar rasanya seluruh tubuh dan semua rambut dan bulu rambut di seluruh tubuh ikut bergetar, sampai saat ini adalah merupakan pendeteksian yang sangat mentakjubkan.

Kemudian Saya mendengar cerita kalau Keris dan Tombak berjumlah 373 bilah itu merupakan peninggalan Leluhur dari silsilah keturunan AX yaitu salah satu nama raja Majapahit (maaf tidak Saya sebutkan nama Raja Majapahit ini). Sebenarnya yang berhak merawat adalah Kakak tertua, tapi Kakak tertua itu menyerahkan perawatan Keris dan Tombak itu kepada Dirinya.

Kemudian Saya diajak melihat ke dalam ruangan Khusus itu Keris dan Tombak ditaruh diatas rak yang tiap lubang ada Keris dan Tombak tanpa ada batang tombak posisi vertikal ditutupi kain berwarna Kuning,warna kuning ini sama dengan warna kuning yang di pakai di Pulau Bali.

Juga bercerita kalau Dirinya sekarang merupakan Ketua dari salah satu Paguyupan Paranormal yang setiap tiga puluh enam hari sekali mengadakan pertemuan.

Saya menilai kalau orang ini memang sengaja menguji Saya,tapi orang ini Sederhana tidak kelihatan kalau Ketua dari salah Satu Paguyupan Paranormal dan Saya sangat kagum tidak merendahkan orang yang kemampuan dibawah Ilmu Orang ini,yang ada rasa persahabatan dan kekeluargaan.

Dari pengalaman ini Saya ingat falsafah Orang Jawa yaitu Ilmu Padi : Semakin berisi semakin menunduk, falasafah ini juga sebenarnya diterapkan dalam pembuatan bentuk Keris, orang seperti ini sangat jarang sekali dan selama hidup Saya sampai sekarang ini tidak lebih dari tiga orang.

Kebanyakan orang kalau punya Ilmu merasa dirinya sudah merupakan orang yang berilmu tinggi,padahal belajar Ilmu masih belum sampai satu tahun. Orang yang semacam ini banyak Saya temukan, biasanya banyak omong dan banyak cerita tentang kehebatan Ilmu yang Dia pelajari.

Sebenarnya memang Kita tidak perlu menganggap diri Kita ini seorang yang berilmu tinggi,karena diatas langit masih ada langit. Disinilah Kita harus menyadari kalau Masih banyak orang-orang yang Ilmunya jauh lebih tinggi dari Diri Kita. Lebih baik kalau Kita masing-masing bersikap biasa saja.

NB :
Keris atau tombak di Kota Surabaya oleh orang-orang yang suka Judi adu burung Merpati digunakan untuk Toyeng yaitu dipakai secara langsung untuk menghadang burung Merpati yang akan turun untuk diarahkan kearah yang diinginkan hal ini dilakukan dengan cara sembunyi supaya tidak diketahui oleh kelompok petaruh lawan.

Burung Merpati dilepas bersamaan pada tempat dan jarak yang sama, jarak adu Merpati ini bisanya paling dekat lebih dari sekitar satu kilometer jarak dari rumah Burung Merpati.


Link artikel Keris dan Tombak :

Keris-dan-tombak-1
Keris-dan-tombak-2
Keris-dan-tombak-3
Keris-dan-tombak-4
Rahasia Keris bisa berdiri

Senin, 18 Oktober 2010

Keris dan tombak-2


Keris dan Tombak
( Bagian ke-2 )

F.Empu Pertama Pencipta Keris

Cerita Empu Pertama Pencipta Keris ini masih sangat sederhana cara pembuatannya dan juga rupanya Perhitungan Primbon Jawa belum ada. Cara pembuatannya sangat sederhana tidak ada Sesaji,tidak ada Selamatan tumpengan,tidak ada ritual khusus dan tidak ada persyaratan lain seperti yang diceritakan di buku-buku pembahasan Keris yang mana para Empu mengadakan Selamatan dan menyediakan Sesaji yang diperlukan sebagai persyaratan.

Dalam pengembangan ilmu yang berasal dari dalam diri Manusia memang sebenarnya tidak diperlukan persyaratan yang aneh-aneh tidak diperlukan Sesaji dan persyaratan lain yang bermacam-macam. Jika ada persyaratan merupakan cara Guru untuk mensugesti Murid supaya lebih mantap. Doa tetap diperlukan dan mendekatkan Diri kepada Tuhan adalah wajib juga Tirakat dan Puasa diperlukan.

Cerita ini turun-temurun dari Nenek yang berasal dari orang Tuanya secara turun-temurun diceritakan kepada anak cucu. Pada pembuatan keris Empu Pertama tidak memerlukan peralatan Palu yang berat untuk menempa logam yang biasanya diperlukan dua orang Panjak untuk membantun menempa logam dengan palu besar dan Palu kecil yang diperlukan adalah alat pemanas untuk melunakkan logam dan dikerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.

Pada pembuatan Keris yang pertama sangat sederhana tidak diukir seperti Keris jaman sekarang yang merupakan keris modern merupakan perkembangan Keris dari jaman ke jaman. Pada pertama kali dibuat keris terdiri dari satu bagian yaitu bilah Keris dan perkembangan selanjutnya Keris terdiri dari dua bagian yaitu bilah Keris melambangkan Lingga atau laki-laki dan bagian yang ke dua adalah bagian Ganja yang terletak paling bawah dan merupakan garis tengah yang paling lebar pada bagian Keris melambangkan Yoni yaitu melambangkan Perempuan karena bagian ganja ini ada lobang yang kemudian dimasukkkan ke pesi yaitu danganan Keris dan bentuknyta menyatu dengan bilah Keris.

Proses pembuatan Keris,Empu pada awal pembuatan yang pertama dilakukan adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pencipta supaya keinginan membuat Keris dapat berejalan lancar dan sesuai tujuan. setelah itu logam besi di bakar sampaipijar,setelah pijar besi di ambil dengan tangan dan dengan konsentrasi penuh Keris itu dibuat,logam besi pijar itu pijit-pijit dengan jari tangan,besi pijar lunak bagai tanah liat demikian terus pembuatan Keris dikerjakan dengan konsentrasi penuh,jika kurang panas logam besi itu dimasukkam lagi ke dalam bara api setelah logam pijar di ambil lagi dan dipijit-pijit lagi demikian dikerjakan berulang-ulang sampai menjadi bentuk keris yang dinginkan.

Di hari-hari selanjutnya jika Empu ingin membuat Keris lagi maka akan membuat Keris lagi dengan cara yang sama yaitu logam besi yang pijar (membara) dipijit-pijit dengan jari tangan bagai tanah liat yang lunak bisa di bentuk sesuai dengan keinginan Empu. Demikian terus jika Empu ingin membuat Keris lagi Empu itu membuat lagi sampai Keris itu terkumpul banyak.

Kita dapat mengambil kesimpulan kalau Empu Pertama pencipta Keris sebelum menciptakan Keris adalah Orang yang Sakti dalam menguasai Api dan Logam. Dengan Kesaktiann Empu itu Api tidak membakar tangan Empu dan Juga tidak merasakan panas. Pada penguasaan logam dengan pemanasan sampai logam pijar sudah dapat dipijit-pijit dengan jari tangan untuk membentuk sesuai dengan yang di inginkan.

Pada suatu saat Empu ingin menjual Keris hasil karyanya kemudian ingat kalau temannya dan juga sebagai tetangga berdagang dipasar maka niat untuk menjual hasil karyanya itu di titipkan temannya supaya dijual di Pasar maka pergilah Empu itu datang ke rumah temannya menyampaikan maksud untuk menjual hasil karyanya dinamakan Keris itu supaya dijual di Pasar. Ditunjukkan keris itu kepada temannya itu ,diamatinya Keris itu dan bagi temannya aneh bentuknya dan lebih aneh lagi ada bekas-bekas pijitan jari-jari tangan. Ditanyakan : siapa yang membuat? Empu menjawab : "Keris ini hasil karya Saya." Dijelaskan Keris itu bukan alat pemotong seperti pisau juga bukan senjata untuk membunuh akan tetapi Keris itu mengandung kekuatan Ghaib dan Daya Ghoib Keris itu dapat dipergunakan.

Setelah melihat bentuk Keris yang aneh itu teman Empu itu sanggup menjualn Keris itu Kepasar besok pagi dan Empu itu sepakat. Setalah sepakat untuk menjualkan Keris itu pembicaraan selanjut nya mengenai ketentuan harga. Harga ditentukan oleh Empu dan Empu berpesan kepada temannya supaya tidak menjual dengan harga lebih dari yang ditentukan oleh Empu itu. Soal harga ini pada awalnya lancar-lancar saja dan teman Empu itu jujur menjual Keris dengan harga yang ditentukan pada setiap ketentuan harga masing masing Keris. Demikian terus kalau Empu ingin menjual Keris hasil karyanya itu dititipkan temannya yang memang pedagang di Pasar.

Bagaimanakah selanjutnya hubungan antara Empu pencipta Keris dengan Temannya yang Pedagang itu? Apakah berjalan mulus dan apakah teman Empu itu tetap jujur? Cara berfikir profesi pedagang dengan Empu seorang Pencipta Keris dan ahli Spiritual berbeda yang dipikirkan oleh otak Pedagang adalah keuntungan sebesar-besarnya. Melihat Keris itu laris dan dicari orang karena merupakan Karya yang baru juga terkandung kekuatan ghaib dan bentuknya yang indah maka orang yang punya uang banyak yaitu orang Kaya berani dengan harga mahal dan banyak pesanan yang harganya saling mengungguli. Kesempatan inilah dipergunakan Pedagang itu untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya yaitu temannya dikhianati menjual harga jauh lebih mahal dari harga yang di inginkan Empu itu.

Akibat dari pengkhianatan Temanya yang Pedagang itu berakibat tidak baik pada Empu yaitu merasakan panas saat pembuatan Keris berikutnya. Tahulah Empu kalau Dia di khianati Teman yang disuruh menjualkan Keris hasil Karyanya itu berkhianat kepadanya. Maka ditanyakan mengenai harga penjualan Keris kalau Keris itu dijual lebih dari yang Ia (Empu) tentukan. Teman yang Pedagang itu tidak mengaku kalau Keris titipan yang dijual di Pasar melebihi harga yang di tentukan.

Pada penjualan Keris selanjutnya kalau ingin menjual lagi masih dititipkan Temannya yang Pedagang itu dan Temannya itu berkhianat lagi dan si Empu merasa lebih panas dari sebelumnya maka ditegur lagi Temannya tentang harga penjualan,temannya itu tidak tetap tidak mengakuai pengkhianatan harga itu sampai beberapa kali dikhianati sampailah Empu itu pada batas kekuatan berhubungan dengan Api yaitu Api terasa sangat panas dan Empu Pencipta Keris itu tidak kuat menahan panasnya api.

Dari Teganya pengkhianatan teman itu berakibat sangat buruk bagi Empu karena sudah tidak kuat dengan panas Api maka Empu tidak bisa membuat Keris beberapa waktu agak lama. Maka berfikirlah Empu supaya dapat membuat Keris lagi karena tidak kuat lagi di cari cara lain dan berfikir untuk membuat Keris lagi dengan cara ditempa dengan Palu (martil) pada sat besi membara.

Dengan cara ditempa dengan Palu ini Empu Pertama Pencipta Keris itu dapat membuat Keris lagi. Untuk selanjutnya cara tempa ini diajarkan turun-temurun. Pembuatan Keris tempa diawali oleh pencipta Keris cara tempa diajarkan dan sampai sekarang adalah cara pembuatan Keris di tempa dengan alat Palu. Untuk cara pembuatan Keris dengan cara dipijiti dengan jari tangan empu pencipta Keris ini pada awal pembuatan yaitu sebelum di khianati Temannya.

G.Menyepuh secara tekhnik dan yang unik.

Tujuan menyepuh adalah untuk mendapatkan Baja karbon yaitu pada saat pemanasan logam besi sampai pijar dalam bara arang itu yaitu atom-atom karbon masuk kedalam pori-pori logam besi pijar,untuk supaya menjadi besi karbon (baja karbon) dan supaya bisa menyatu dengan logam besi cara pendinginan-nya di kejut atau dipaksa supaya atom karbon terperangkap dan menjadi baja karbon. Kalau dibiarkan dingin secara alami akan tetap menjadi besi lunak karena atom-atom karbon menguap keluar dari pori-pori logam besi. Caranya ialah ada yang dicelup ke dalam air,air campur garam,minyak goreng,minyak solar,minyak tanah,minyak oli dari bermacam bahan ini melihat jenis besi dan pengalaman masing-masing.

Setelah Keris atau Tombak melalui proses pembentukan terakhir yaitu setelah di kikir,di ukir dan di amplas dan sesuai dengan bentuk yang di inginkan maka proses yang terakhir adalah penyepuhan yaitu dari logam besi menjadi Besi baja karbon.

Penyepuhan Keris dan Tombak bahan yang dipakai mencelup ialah air ada yang dicampur kembang ada yang dicampu garam ada yang di celup air dari tujuh sumur,dicelup dengan minyak goreng dan masih banyak lagi variasi yang dilakukan oleh Empu supaya dalam proses penyepuhan ini berhasil jika gagal akan menjadi Keris cacat yaitu retak,mulet,bengkok njika gagal dalam penyepuhan ini si Empu haru membuat keris lagi dari awal proses pembuatan karena Keris yang cacat bukan karya seni yang sempurna. Maka tekhnik penyepuhan ini harus benar benar dikuasai

Dalam proses penyepuhan Keris ada yang unik yaitu pada saat besi membara ada yang di jilat dengan lidah,dijepit dengan bibir atas dan bawah,dikempit dengan ketiak,dijepit dengan alat kelamin (vagina) ini disebut wewadi oleh Empu perempuan.


Link artikel Keris dan Tombak :

Keris-dan-tombak-1
Keris-dan-tombak-2
Keris-dan-tombak-3
Keris-dan-tombak-4
Rahasia Keris bisa berdiri

Kamis, 14 Oktober 2010

Dari ketinggian Orbit Satelit.


Dari Ketinggian Orbit Satelit

Keberadaan Alien sangat menarik bagi Penulis,Para ilmuwan membuat alat-alat untuk memantau adanya Alien yang dipancarkan keluar angkasa, dengan peralatan ini diharapkan nantinya bisa berkomunikasi dengan Para Alien semua ini saya ketahui dari berita.

Penulis berfikir, apakah hanya peralatan modern saja yang bisa dipergunakan untuk memantau? Sedangkan Alien sendiri makhluk hidup dan cerdas bahkan kacerdasan-nya melebihi kecerdasan Manusia. Manusia sebenarnya dari lahir dilengkapi Lima indera yang diketahuai hampir semua orang, sebenarnya masih banyak lagi yang tidak diketahui oleh orang, diantaranya ialah indera untuk mengetahui dan berkomunikasi yang mengetahui adanya ini tidak banyak dan yang mengembangkan dan berlatih jumlahnya sedikit karena menganggap tidak penting dan untuk apa. Tapi Penulis tertarik dan berusaha mengembangkan cara-cara ini untuk Penulis pergunakan bagi, Penulis merupakan Hobi yang menyenangkan.

Sudah lama Penulis mencoba memancarkan energi batin (spiritual) keluar Angkasa, kalau tidak salah mulai Tahun 2002 sudah mulai mencoba memancarkan energi spiritual keluar Angkasa dan mencoba memantau Alien. Tapi hasilnya kosong tidak ada tanda-tanda adanya mahluk luar Angkasa. Juga Penulis coba memancarkan energi keberadaan Alien di Bumi hasilnya kosong tidak ada tanda-tanda. Hal ini sering Penulis lakukan merupakan menu untuk latihan, walau tidak ada hasilnya Penulis tidak kecewa karena tidak ada target. Karena merupakan Hobi Penulis tidak bosan dan merasa senang saja dan Penulis lakukan sebagai menu latihan sampai sekarang.

Pada periode pertama mencoba yaitu sekitar dua bulan Penulis tidak meninggalkan jejak energi, kemudian Penulis berfikir energi jenis ini bisa ditinggalkan atau memberi tanda jejak supaya diketahui oleh Alien. Beberapa tahun sebelumnya Penulis sudah melakukan percobaan untuk meninggalkan jejak jarak jauh dimana setelah datang ketempat energi Penulis deteksi dan utuh sampai tiga bulan kemudian mulai menyusut, bisa lebih awet pada percobaan yang Penulis lakukan jika disinkronkan dengan warna benda atau warna yang yang menempel seperti cat lukis. Percobaan cat lukis ( cat minyak ) ini sampai bertahan dua tahun lebih baru mulai menyusut.

Awal bulan Oktober tahun 2010 Penulis membaca tanda-tanda ada Alien yang mulai mencoba menghubungi siapa yang meninggalkan jejak dan Alien berusaha memahami untuk berkomunikasi dan menemukan orang yang meninggalkan jejak. Mulai awal bulan oktober ini Penulis menerima adanya Alien yang menghubungi mengirimkan gambar sketsa kepala sampai leher dalam bentuk sketsa garis-garis kuning tiga dimensi. Pada awal Penulis terima gambar ini berada tepat di depan dan kadang di samping kanan depan berjarak sekitar 140 cm dan pada ketinggian yang sama dengan kepala Penulis, gambar berubah-ubah pindah dari tengah ke kanan, keatas, kebawah dan sering bergerak kadang jelas kadang tidak. Gambar sketsa kepala ini ada tiga macam dan tidak ada kesamaan antara satu dengan yang lain rupanya dari Bangsa yang berbeda tapi merupakan satu Koloni.

Penulis berusaha untuk melacak dan berusaha untuk berkomunikasi, tapi belum jelas untuk berkomunikasi dan Penulis tetap berusaha supaya dapat berkomunikasi dengan lancar. Dari hasil komunikasi yang Penulis dapatkan, Alien menganggap Manusia adalah jenis makhluk perusak yang harus dia hindari karena tidak mau bentrok dengan Manusia. Menganggap memelihara lingkungan hidup yang berada di Bumi tidak cakap (tidak bisa).

Perkembangan gambar sketsa tiga dimensi selanjutnya semakin jelas dan sering muncul pada waktu Penulis duduk santai atau Pada waktu Penulis berbicara dengan teman (waktu duduk santai dengan teman-teman). Gambar-gambar ini semakin jelas dan mulai memperlihatkan sketsa seluruh tubuh termasuk sketsa tulang tengkorak dan sketsa otak Alien, juga mulai melengkapi dengan garis sumbu X, Y dan sumbu Z untuk memperjelas dimensi gambar. Pada penjelasan ini mulai Penulis terima pada tanggal 8 Oktober 2010. Letak munculnya gambar tidak seperti sebelumnya yaitu berada di sebelah Kiri depan sekitar 450 antara pandangan lurus kedepan dengan bahu Kiri. Setiap muncul letaknya tetap tidak bergerak-gerak dan jaraknya sekitar 140 cm seperti sebelumnya.

Letak munculnya gambar ini tidak pindah tetap disitu dan Penulis mencoba menggerakkan dengan perintah pikiran...dan gambar itu bergerak sesuai yang Penulis inginkan pada posisi untuk melihat sketsa tiga dimensi itu. Setelah itu Penulis coba untuk meletakkan di segala arah dan jarak, belakang atas bawah pada semua tempat yang Penulis inginkan bisa Penulis dapatkan. Perkembangan selanjutnya gambar bukan hanya tiga macam tapi ada gambar-gambar lagi ada hubungan antara satu dengan lainnya untuk penjelasan dan letaknya di berbagai arah. Pada gambar ini ada hal yang penting yaitu otak Alien susunan dan bagian otak berbeda dengan manusia. Otak depan Alien terdiri dari tiga bagian lain dengan Otak Manusia terdiri dari dua bagian.

Pada otak Depan Alien terdiri dari Otak kiri, Otak tengah, Otak kanan. Pada otak Tengah Depan seperti ada penghubung langsung dengan susunan syaraf tulang belakang, susunan syaraf ini seperti kabel penghubung pipih. Cara melihat ini Penulis tidak menggunakan mata, tapi ada bagian tertentu yang berkembang dan merupakan alat untuk melihat pada semua arah. Pada saat kedua mata terpejam atau terbuka tidak berbeda.

Dari tiga gambar ini hanya satu yang dikirim lengkap, jumlah jari-jari tangan Alien berjumlah tiga jari, kaki berjumlah empat jari. Sedang yang dua lainnya jari-jari tangan dan kaki tidak dikirim dengan jelas dan rupanya sengaja dirahasiakan.

Sumber dari pengirim gambar Penulis coba untuk melacak ternyata sumbernya tidak jauh dari Bumi yaitu terletak dimana tempat itu banyak satelit yang berasal dari Bumi. Rupanya pengirim gambar memberi kursus jarak jauh pada Penulis dan menyatakan eksistesi Koloni mereka jika mereka berada tidak jauh dari Bumi. Mereka dari Planet dan bintang yang berbeda.

Alien ini menjelaskan juga kalau mereka mengambil juga beberapa material di Bumi untuk kebutuhan mereka, akan tetapi tidak sampai mengakibatkan kerusakan, penggalian tambang, pengeboran dan perusakan hutan sama saja membelah Bumi secara perlahan dan bisa berakibat kehancuran. Dijelaskan pula kalau di luar angkasa ada juga jenis Alien Perusak yang suka berperang dan penghancur.


Klik dibawah ini menuju Artikel sejenis :

alien-mempelajari-biner
alien-mengamati-planet-bumi
dongeng-dari-luar-angkasa
dari-ketinggian-orbit-satelit
ufo-di-pulau-jawa-lain-ufo-modern.
ufo-dan-machluk-halus.html

Selasa, 12 Oktober 2010

Danyang


Danyang

Danyang yaitu Orang yang pertama kali menempati suatu Desa atau Kampung yang sebelumnya belum ada Manusia yang menempati dan masih berupa hutan belukar. Di hutan yang masih belum ada penghuninya ini sudah dihuni oleh makhluk halus yaitu jin, setan dan Demit. Tempat yang angker ini sangat bahaya jika mau tinggal di tempat hutan yang Lungit (angker dan berbahaya) ini di perlukan keberanian dan ilmu untuk menguasai makhluk Halus dari alam gaib yaitu harus menguasai Jin, Setan dan Demit. Jika tidak maka akan celaka karena makhluk halus Jin,Setan dan Demit tidak terima karena merasa terusik oleh kedatangan orang yang membuat rumah tempat tinggal ditempat itu.

Jin, Setan dan Demit berusaha mengusir orang yang tinggal ditempat itu lewat berbagai cara mulai dari cara menakut nakuti yaitu menampakkan Diri yang berupa aneh-aneh berupa hantu yang menakutkan sampai berusaha mencelakai berbagai cara pula yang dilakukan, tujuannya yaitu supaya Manusia itu pergi meninggalkan tempatnya dan makhluk halus itu merasa aman.

Dari gangguan mahluk halus ini supaya tidak mengganggu harus di taklukkan,maka Danyang merupakan orang yang mempunyai banyak kelebihan dalam arti mempunyai berbagai ilmu gaib untuk mengantisipasi supaya dirinya dan keluarganya tidak celaka demikian juga supaya anak dan semua Keturunannya yang bertempat tinggal di Desa atau di Kampung itu semuanya Selamat dan tidak ada gangguan dari makhluk gaib.

Danyang ini merupakan Tokoh yang sifatnya abadi dipercaya jika sudah meninggal dunia akan tetap tinggal di Desa atau di Kampung tempat tinggalnya yang berada di alam gaib dan menguasai semua makhluk gaib yang berada di Kampung atau di Desa dimana dia pada masa hidupnya bertempat tinggal. Di Kampung atau di Desanya ini Danyang tetap mengawasi dan mengontrol semua makhluk gaib Jin,Setan dan Demit juga Hantu yang berasal dari Roh Manusia. Danyang tetap menjaga supaya makhluk gaib yang berada di Kampung atau di Desa tersebut tidak mengganggu anak cucunya yang bertempat tinggal di Kampung atau Desa tempat tinggalnya.

Dari kepercayaan ini maka dalam adat Jawa di ajarkan supaya jika berkunjung ke Desa atau ke Kampung lain supaya menjaga Sopan-santun dan menghormati kepada Penduduk setempat yaitu penduduk yang tinggal di Desa atau di Kampung tersebut dan juga sopan-santun terhadap makhluk gaib yang berada di Desa atau di Kampung yang Dia kunjungi. Untuk menjaga sopan-santun ini supaya menghormati Tata krama yang berlaku di Desa atau di Kampung tersebut diantaranya jangan usil dan jangan cengengesan dan masih banyak lagi aturan sopan-santun yang harus di jaga supaya tetap Sopan dan tidak melanggar aturan di Desa tersebut.

Kedatangan ke Desa atau ke Kampung lain ini untuk Danyang yang berada di alam ghaib ini juga harus permisi dan menyatakan maksud dan tujuan kedatangan itu yaitu tidak akan mengganggu dan kalau keperluannya sudah selesai akan kembali. Cara permisi ini yaitu menyatakan niat dan tujuan kedatangannya bisa di dalam hati atau di ucapkan dengan lesan.

Kata-kata yang utama adalah menyebut kata "Nyai Danyang Kaki Danyang kang ngrekso lan nguasani Deso....Aku anak putumu...."
Terjemahan bahas indonesia : "Danyang Perempuan Danyang Laki-laki yang merawat dan menguasai Desa....Saya anak cucumu....
pada titik-titik diisi nama Desa yang di datangi dan yang satunya nama orang yang berkunjung ke desa tersebut atau nama anda,hal ini diucapkan jika sudah menginjak tanah tersebut dan sebaiknya diucapkan awal kunjungan kalau bisa pertama kali masuk Desa atau pertama kali menginjakkan kaki di kampung tersebut. Ini semua demi Keselamatan lahir dan bathin hubungan antar makhluk yaitu makhluk gaib dan nyata.

Ajaran ini sebenarnya bukan pemujaan terhadap makhluk gaib,ajaran ini mengajarkan Kita supaya berhati-hati dan tetap Sopan terhadap makhluk lain walau itu makhluk gaib dan tetap menjaga lingkungan juga terhadap alam termasuk binatang dan tumbuh-tumbuhan,tapi ada komunitas tertentu yang memandang sebagai pemujaan kepada makhluk halus dan di nilai sirik (menduakan Tuhan). Semua itu karena tidak mau tahu apa dan bagaimana sebenarnya, Mereka memvonis tanpa mempelajari.

Adanya Danyang ini biasanya penduduk setempat yang bertempat tinggal di Desa atau Kampung tersebut mempunyai kebiasaan dan tiap Desa atau Kampung tidak sama. Yang hampir sama yaitu jika punya hajatan misalnya akan menikahkan dan Sunatan, ada yang menaruh sesaji ditempat Danyang dan ada juga yang selamatan tumpengan di tempat Danyang. Selain Danyang biasanya ada juga tempat lain yaitu Punden atau semasa hidup orang itu dihormati oleh Penduduk setempat. Semua keperluan ini tujuannya adalah ijin kepada Danyang dan Punden kalau anak cucunya punya Hajatan dan ditempat itu juga diucapkan doa Permohonan Selamat kepada Tuhan

Selain Danyang dan Punden ada juga yang percaya tempat makhluk halus yang perlu di kasih sesaji yaitu minta ijin supaya semua makhluk halus tidak akan mengganggu sampai acara selesai dan seterusnya.

Pesan Larangan Danyang

Tiap-tiap Desa atau kampung punya aturan dan larangan aturan dan larangan ini tidak sama satu dengan yang lain, ada yang mengatakan hal ini berhubungan dengan Suka dan Tidak Suka si Danyang sewaktu hidupnya di Desa atau di Kampung masa lalu. Sebagai contoh di Kampung tempat tinggal Penulis ini, secara turun-temurun ada larangan dari Danyang agar anak cucunya "tidak menggantung Gong" pesan ini sebenarnya adalah tidak boleh punya acara Kesenian yang memerlukan Peralatan Gong di kampung ini yaitu tempat tinggal Penulis sekarang.

Diantaranya yang termasuk menggantung Gong yaitu Musik Tradisional (Gamelan) Kesenian Wayang Kulit, Ludruk, Reok, Jaran Kepang, Campur sari dan lainnya yang memerlukan peralatan Gong dan semua peralatan yang di gantung di peralatan Gong termasuk yang lebih kecil dari Gong, Bentuk dari Gong ini seperti piring terbang bentuknya yaitu lingkaran di tengahnya muncul untuk di tabuh (tempat untuk dipukul supaya berbunyi) dan di belakangnya membentuk rongga persis pesawat piring terbang yang di bawahnya lubang. gong ini digantung Vertikal demikian juga yang lebih kecil. Gong ini terbuat dari pelat logam Kuningan atau pelat logam lainnya bentuknya mirip pesawat piring terbang. Gong merupakan peralatan musik Tradisional yang berdiameter paling besar.

Jika dilanggar larangan ini ada tangguhan yaitu akibatnya " Cures Sandang pangannya atau Cures orangnya" hal ini sebenarnya berat bagi kehidupan di Kampung ini jika dilanggar. Tapi semuanya terserah orang yang bertempat tinggal di kampung ini percaya atau tidak,jika dilanggar akan menerima akibatnya. Cures Sandang pangan yaitu kalau mencari rejeki akan banyak menghadapi rintangan, kalau punya usaha akan bangkrut atua kekayaannya akan berkurang banyak dan bangkrut. Cures orangnnya yaitu akan meninggal Dunia dari salah satu Suami istri yang punya hajat.

Pengamatan Saya hal ini benar-benar terjadi bila dilanggar, rata-rata tidak lebih dari tiga bulan akan terjadi, ada yang usahanya bangkrut sampai tutup usahanya, ada yang rumahnya terjual, ada yang salah satu dari pasangan yang punya Hajat meninggal Dunia semuanya tidak lebih dari tiga bulan. Pesan Danyang ini berlaku bagi yang bertempat tinggal di Kampung ini baik diketahui atau-pun tidak diketahui jika ada larangan Danyang, jika dilanggar akan menerima akibatnya.

Di Desa atau di Kampung lain bisa juga ada larangan dan bisa juga tidak ada larangan. Larangan tiap Desa dan Kampung tidak sama

NB :
  • Kita sebaiknya tidak melanggar Pesan Larangan Danyang karena banyak hal-hal gaib yang tidak Kita ketahui dan tidak Kita mengerti walau ada orang yang merasa dirinya berpandangan modern atau merasa lebih hebat dari yang lain tentang hal gaib dan keimanan yang melecehkan Larangan Danyang menganggap takhayul, gugon, klenik dan apa saja yang dikatakann, sekali lagi sebaiknya Kita tidak melanggar rambu-rambu larangan Danyang dimana tempat Anda tinggal

Minggu, 03 Oktober 2010

Kebleg

Kebleg

A.Kebleg.

Kebleg adalah merupakan makhluk jadi-jadian yang populer di Masyarakat Jawa. Pekerjaan makhluk ini adalah mencuri beras cara mencurinya di jumputi (kelima jari dipertemukan dijadikan satu untuk mengambil beras), secara merata permukaan beras diambil dengan cara di jumputi.

Bentuk makhluk Kebleg ini yaitu menyerupai Kelelawar dan besarnya kurang lebih sebesar kelelawar,dengan cara terbang mencari tempat yang ada berasnya,jika sudah ketemu maka Beras itu dijumputi permukaan-nya,mencurinya tidak banyak satu tempat paling banyak satu ons Beras atau seper sepuluh kilogram pada setiap penyimpanan Beras. setelah mengambil Beras terbang lagi mencari tempat penyimpanan beras yang lain dan dikumpulkan sampai banyak dan kalau sudah penuh tempatnya Kebleg itu pulang dengan membawa beras curiannya. Dalam semalam bisa menghasilkan lebih dari seratus kilogram beras.

Beras walaupun ditaruh di dalam penyimpanan Beras kalau Orang Jawa ada yang di simpan di dalam Gentong dan di tutup rapat atau penyimpanan beras yang lain meski ditutup rapat masih dapat masuk karena Kebleg adalah Makhluk halus yaitu Roh manusia yang Masih hidup dijadikan kebleg. Untuk mengetahui dicurinya Beras itu oleh Kebleg mudah sekali yaitu jika pagi hari tempat penyimpanan Beras itu dibuka dan lihat permukaan Beras itu jika dicuri oleh Kebleg permukaan Beras ada bekas jumputan jari tangan dan banyak jumputan itu.

Jika dilihat dari bentuknya memang kecil sebesar Kelelawar akan tetapi ini makhluk jadi-jadian sebenarnya kantong Beras untuk membawa Beras besar,bisa menampung beras sampai puluhan kilogram beras. Pada waktu berangkat suaranya Plek Plek Plek jika terbang dan kalau pulang suaranya berbeda yaitu menjadi suara Bleg Bleg Bleg ini manandakan sudah dapat beras tkantong tempat membawa beras sudah penuh maka suara itu menandakan berat. Dari suara Bleg Bleg ini kemudian dinamakan Kebleg.

Jalur terbang Kebleg sering kali tetap dan jam juga tetap,jarang selisih dari jam yang ditentukan. Kebleg ini termasuk makhluk tepat waktu pada saat bekerja yaitu mencuri beras. Hal ini Saya ketahui pada waktu Saya masih usia sekolah menengah pertama (SMP),dibelakang rumah ada jalur Kebleg jika berangkat dari arah selatan berbunyi Plek Plek Plek dan jika pulang dari arah utara berbunyi Bleg bleg Bleg jika terbang pulang. Kebleg ini dalam satu minggu beroperasi antara tiga kali sampai empat kali dalam seminggu. Tetangga-tetangga yang dilewati jalur terbang Kebleg ini banyak yang tahu kalau ada Kebleg,akan tetapi tidak ada yang tahu dari mana asal terbang keblek itu dan siapa yang jadi kableg.

B.Cara Orang jadi Kebleg.

Untuk menjadi Kebleg ada Gurunya yang mengajari menjadi Kebleg dan Orang yang ingin menjadi Kebleg harus sepasang dan yang jadi Kebleg bisanya orang yang sudah menikah karena harus sepasang dan harus menjaga rahasia supaya tidak diketahui oleh orang lain kalau dirinya itu menjadi Kebleg. karena kalau diketahuai oleh Masyarakat bisa malu dan di hindari Masyarakat karena pekerjaan jadi Kebleg ini adalah Pencuri Beras dan merupakan pekerjaan yang hina

Persiapan untuk menjadi Kebleg diperlukan peralatan yaitu alat pertama adalah tempat tidur,peralatan yang kedua lampu Oblek (lampu tradisional bahan bakar dari minyak tanah atau minyak goreng),peralatan yang ketiga korek api untuk menyalakan lampu oblek. jika jadi kebleg harus didalam dikamar tertutup rapat supaya tidak di ketahui oleh orang lain, ventilasi harus baik untuk menjaga Kesehatan.

Satu pasang yaitu secara bergantian yang menjadi Kebleg begitulah kebanyakan dari pada yang jadi hanya satu orang saja. Masing-masing punya tugas sendiri-sendiri,yang jadi Kebleg tidur di tempat tidur,satunya lagi berjaga tidak boleh tidur. Setelah keduanya siap lampu Oblek dinyalakan yang Jaga menjaga lampu Oblek, keduanya membaca doa selamat supaya selamat. Setelah membaca doa Ke-Selamatan dilanjutkan Mantra Kebleg dibaca berulang sampai yang jadi Kebleg  kelihatannya seperti orang tidur. Akan tetapi sebenarnya tidak tidur Roh orang itu keluar menjadi Kebleg bertugas mencuri beras. Yaitu berupa Kelelawar dan terbang keluar rumah dengan suara Plek Plek Plek untuk mencari beras yaitu mencuri Beras.

Tugas jaga lampu harus waspada dan harus diperhatikan terus lampu oblek itu untuk memantau keadaan Roh yang menjadi Kebleg, Jika lampu Oblek itu bergoyang-goyang terus berarti tanda bahaya,disini diperlukan kejelian dan ketelitian untuk membaca keadaan Kebleg yang bertugas mencuri beras itu. Jika goyangan-nya keras maka lampu dimatikan untuk menyelamatkan Kebleg yang akan ditangkap oleh orang. Jika tidak bergoyang-goyang berarti ama-aman saja. begitulah cara orang menjadi Kebleg

Kebleg itu dari satu tempat penyimpanan Beras ke tempat penyimpanan Beras lain dan kalau sudah penuh kantong tempat membawa beras itu kebleg pulang dan suara terbang berubah menjadi Bleg Bleg Bleg itu tandanya kebleg membawa beras penuh. Kantong  untuk mencuri beras ini sebenarnya tidak berupa secara fisik akan tetapi berupa kantong ghaib. Cara mengeluarkan Beras hasil dari mencuri itu adalah dengan cara kirik (yang jadi Kebleg mengetarkan badan) dan keluarlah beras itu dari beberapa lubang anggota tubuhnya. Yaitu dari Hidung, Mulut, Mata, Telinga,Ketiak seakan Beras dicurahkan keluar sampai puluhan kilogram Beras,ini tergantung kekuatan yang menjadi ke Kebleg dan kesanggupan untuk mencuri Beras. Dalam semalam bisa menghasilkan Beras sebanyak satu kwintal Beras lebih hasil dari kerja dua orang dalam semalam. Jika Beras sudah keluar Kebleg berangkat lagi mencari beras.

Jika keadaan sangat bahaya lampu Oblek dimatikan dan reaksi ini yang menjadi kebleg aman Roh kembali ketubuh lagi dan sadarlah orang itu ini berarti selamat,jika tidak bangun yang menjaga lampu itu harus mancarinya sampai ketemu kalau tidak orang yang menjadi Kebleg itu akan meninggal dunia. jika tertangkap orang harus menebusnya pakai uang dan seumpama Kebleg yang berupa kelelawar itu disembelih atau digoreng dan dimakan oleh yang menangkap itu masih ada harapan yaitu sisa dari bagian Kebleg yang berupa Kelelawar itu bisa untuk menghidupkan orang yang menjadi Kebleg yaitu darah atau kulit bagian apa saja dari tubuh Kebleg itu dapat untuk membangkitkan orang yang telah meninggal itu hidup kembali dengan cara dioleskan ke tubuh yang menjadi Kebleg itu di rumahnya. setelah di oleskan ke tubuh yang menjadi kebleg itu seketika itu pula Hidup kembali.

Itulah cara kerja Kebleg dan kebleg ini dikenal Masyarakat banyak dan merupakan makhluk jadi-jadian yang kerjanya mencuri Beras. Berbeda dengan Tuyol, kalau Tuyol makhluk peliharan yaitu makhluk Jin kecil yang dipelihara oleh manusia untuk mencuri uang. Kalau Kebleg merupakan Makhluk jadi-jadian yang berasal dari Roh Manusia yang masih hidup.

Kalau menjadi Kebleg jika ada bahaya untuk menyelamatkan orang yang menjadi kebleg ini memakai media lampu Oblek,jika goyangannya keras lampu dimatikan dan yang memburu Kebleg itu kehilangan jejak. karena begitu lampu Oblek dimatikan Keblek yang berupa Kelelawar itu menghilang dari pandangan mata si pemburu Kebleg. Yaitu Roh kembali kewujud semula dan kembali ke tubuh orang yang menjadi kebleg dan sadar bangun.

C.Kebleg yang tertangkap.

Ada berita Kebleg tertangkap dan dimasukkan ke dalam toples oleh yang menangkap dan siapa saja boleh melihat, maka berbondong-bondong mulai dari anak-anak sampai orang yang berusia tua untuk melihat Kebleg yang tertangkap itu berita cepat menyebar sampai dari luar kampung juga banyak yang datang. Tidak ketinggalan saya juga ikut melihat bersama teman-teman datang kerumah orang yang menangkap Kebleg. Setelah sampai ditempat banyak orang melihat Kebleg itu dan juga banyak anak-anak yang melihat kebleg termasuk saya ketika itu saya masih usia anak-anak dan duduk di sekolah dasar kelas empat.

Benar juga kebleg itu di masukkan kedalam Toples Besar dan diatas toples itu ditutup dengan kain yang anyaman  jarang,supaya Kebleg bisa bernafas. Bentuk dari kebleg itu seperti kelelawar,bentuknya lebih kecil dari kelelawar dan sebenarnya banyak perbedaan dengan Kelelawar, moncong Kebleg tidak lancip seperti kelelawar dan warna bulu tidak gelap seperti kelelawar, warna bulunya krem kekuning-kuningan dan bulunya lembut lebih lembut dari kelelawar,matanya tidak seganas mata kelelawar, pandangan Kebleg itu lembut. Perbedaan yang sangat nyata dengan kelelawar adalah pada perut bagian bawah terdapat kantung kecil seperti binatang Kanguru dari Australia. Tempat kantong inilah kata orang-orang untuk menampung dan membawa beras.

Saya penasaran ketika itu dan pikiran Saya masih terbatas,Saya befikir Kebleg sekecil itu kalau mencuri beras satu kilo saja harus bolak-balik berapa kali kan kantongnya kecil satu sendok makan saja tidak muat. Begitulah pikiran saya ketika itu saya masih kelas empat sekolah dasar.

Dari pikiran yang berkacamuk itu Saya bertanya kepada orang yang sudah dewasa dan saya anggap orang itu mengerti karena sudah dewasa dan sama-sama juga nonton Kebleg itu.
Saya bertanya : "Pak Kebleg itu kok kecil katanya kalau mencuri beras dalam semalam bisa sampai satu karung Beras kan tidak mungkin,bolak-balik berapa kali dalam semalam kantung untuk membawa Beras itu kan kecil sekali satu sendok makan saja tidak muat!?
Orang itu menjawab : "Kebleg dan kantungnya itu memang kelihatan kecil itu yang terlihat oleh mata,tapi bentuk yang sebenarnya besar tidak sekecil itu, bentuk yang besar itu gaib".
Begitu saya mendapat penjelasan, Saya menjawab : "oooh begitu bentuk gaib yaitu bentuk yang sebenarnya besar"
Dan saya berfikir, "bentuk gaib adalah bentuk yang tidak kelihatan mata."

NB :
  • Jika anda curiga kepada tetangga anda ingin tahu pasti, maka beras milik anda kasih pewarna dan taruh di bagian atas lebih kurang setebal dua sentimeter dan selidiki orang yang anda curigai,jika ada warna yang sesuai berarti itu beras anda. Untuk menjaga kesehatan pakailah pewarna dari empon-empon Kunir.